Webinar Diseminasi Praktik Baik Pembelajaran Inovatif pada Pembelajaran Mendalam di SMA Negeri 1 Kartasura Tahun 2025
KARTASURA - Kegiatan Webinar Diseminasi Praktik Baik Pembelajaran Inovatif pada Pembelajaran Mendalam dilaksanakan pada Jumat, 12 Desember 2025 pukul 08.00 WIB di SMA Negeri 1 Kartasura. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman guru tentang konsep Pembelajaran Mendalam serta mendiseminasikan praktik-praktik baik pembelajaran inovatif yang telah diterapkan oleh guru di berbagai mata pelajaran.
Webinar diawali dengan paparan dari Suharja, S.Pd., M.Si., Kepala SMA Negeri 1 Kartasura, yang menyampaikan materi tentang Refleksi dan Penguatan Implementasi Pembelajaran Mendalam. Dalam paparannya, dijelaskan bahwa Pembelajaran Mendalam dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pelaksanaan, dan asesmen yang berfokus pada pembelajaran yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Guru diharapkan mampu merancang pembelajaran dengan memperhatikan kesiapan murid, karakteristik mata pelajaran, serta keterkaitannya dengan 8 Dimensi Profil Lulusan. Asesmen dipaparkan sebagai bagian integral pembelajaran yang dilakukan secara utuh pada awal, proses, dan akhir pembelajaran. Selain itu, ditekankan pentingnya nilai saling memuliakan sebagai fondasi budaya belajar serta penyelarasan implementasi Pembelajaran Mendalam dengan visi SMA Negeri 1 Kartasura “Cerdas Digdaya” melalui penguatan growth mindset.

Selanjutnya, Hariyanto, S.Pd., M.Pd., Guru Bahasa Indonesia, memaparkan praktik baik implementasi Pembelajaran Mendalam pada materi menulis Teks Laporan Hasil Observasi (LHO). Pembelajaran dirancang menggunakan pendekatan kontekstual dengan format STAR (Situation, Task, Action, Result). Proses pembelajaran dilaksanakan melalui tahapan memahami, mengaplikasi, dan merefleksi dengan dukungan asesmen awal, formatif, dan sumatif. Hasil praktik menunjukkan peningkatan kemampuan menulis siswa, meningkatnya partisipasi belajar, serta terciptanya suasana kelas yang lebih interaktif dan kolaboratif. Refleksi guru menunjukkan bahwa pendekatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.

Paparan berikutnya disampaikan oleh Puguh Rahmad Saputro, S.Pd., M.Or., Guru PJOK, yang membagikan best practice pembelajaran teori PJOK yang menyenangkan melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam dengan metode Inquiry dan Cooperative Learning. Praktik baik ini disusun menggunakan kerangka STAR dan berangkat dari tantangan rendahnya minat siswa terhadap pembelajaran teori PJOK. Melalui perencanaan perangkat ajar yang bermakna, pemanfaatan media digital, serta asesmen yang komprehensif, pembelajaran menunjukkan hasil positif berupa meningkatnya keaktifan, kepercayaan diri, dan pemahaman siswa terhadap materi budaya hidup sehat.

Paparan keempat disampaikan oleh Basuki Sri Wibowo, S.Kom., Guru Informatika, yang mengangkat praktik baik pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA). Materi mencakup landasan filosofis dan regulasi KKA, konsep Pembelajaran Mendalam, serta penguatan Computational Thinking yang meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma. Implementasi pembelajaran dilakukan melalui pendekatan plugged dan unplugged, literasi digital, pembelajaran berbasis proyek, serta asesmen portofolio. Pembelajaran ini dinilai mampu meningkatkan kemampuan berpikir kritis, logis, kreatif, dan kesiapan siswa menghadapi tantangan teknologi masa depan.
Kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan dari Ema Putri Rozalina, S.Pd., Guru Bahasa Perancis, mengenai inovasi pembelajaran Bahasa Perancis menggunakan model Project Based Learning (PjBL) pada materi Présenter Quelqu’un. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh kesulitan pelafalan, rendahnya motivasi belajar siswa, serta keterbatasan media pembelajaran. Melalui proyek pembuatan video perkenalan berbasis media digital, siswa menjadi lebih aktif, termotivasi, dan percaya diri dalam menggunakan Bahasa Perancis. Hasil pembelajaran menunjukkan peningkatan pemahaman materi dan keterampilan berbahasa siswa.

Paparan terakhir disampaikan oleh Inten Purwoning Dyah, S.Pd., Guru Biologi, yang membahas implementasi Pembelajaran Mendalam dengan metode demonstrasi pada konsep Transpor Membran. Materi yang bersifat abstrak dan mikroskopis diatasi melalui demonstrasi nyata difusi dan osmosis sehingga siswa dapat memahami konsep secara lebih konkret. Pembelajaran dilaksanakan melalui tahapan memahami, mengaplikasikan, dan merefleksikan konsep. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman siswa, berkurangnya miskonsepsi, serta meningkatnya keterlibatan dan keaktifan siswa dalam pembelajaran.
Secara keseluruhan, kegiatan webinar ini memberikan gambaran nyata tentang penerapan Pembelajaran Mendalam pada berbagai mata pelajaran. Melalui refleksi dan diseminasi praktik baik, guru memperoleh inspirasi dan penguatan untuk terus mengembangkan pembelajaran yang inovatif, bermakna, dan berpusat pada peserta didik. Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah mendorong guru untuk menerapkan serta menyebarluaskan praktik baik Pembelajaran Mendalam sesuai dengan karakteristik mata pelajaran masing-masing demi peningkatan mutu pembelajaran di SMA Negeri 1 Kartasura.